Faithicia Tanuwijaya menjadi salah satu andalan Indonesia di cabang olahraga hoki es meski usianya baru 15 tahun. Remaja kelahiran Jakarta, Juni 2011, itu telah menempuh sejumlah pertandingan internasional dan menerima tawaran bergabung dengan beberapa akademi hoki di Kanada.
Hoki es memang bukan olahraga populer di Indonesia, sekalipun sudah diperlombakan di SEA Games. Namun cabang ini berkembang cepat, dan Faithicia termasuk atlet yang punya pengalaman serta skill mumpuni di lintasan es.
Batal ke SEA Games Thailand 2025
Tim putri hoki es Indonesia sempat berencana turun di SEA Games Thailand 2025. Rencana itu urung terwujud karena tim dinilai belum siap.
“Tadinya tim putri Hoki Es Indonesia juga berencana turun di SEA Games Thailand 2025 lalu. Tapi karena belum siap jadi akhirnya kami batal berangkat,” ungkap Faithicia kepada detikSport.
Meski demikian, Faithicia terus menambah jam terbang. Ia kerap bertanding ke luar negeri dan kini mendapat tawaran dari sejumlah akademi hoki di Kanada.
Prestasinya disebut tidak kalah dari atlet senior. Selain berbakat, anak kedua dari dua bersaudara pasangan Tanuwijaya dan Ruth ini kerap mendapat dispensasi khusus untuk bermain di turnamen dewasa.
“Federasi (Hoki Es Indonesia) sangat mendukung pengembangan atlet dan saya bersyukur karena hubungan baik antar club dan pelatih membuat potensi kami sebagai atlet berkembang dengan pesat,” ujar Faith.
Berawal dari Ajakan Teman ke Ice Rink
Faithicia mengenal hoki es berkat ajakan temannya bermain di ice rink pada medio 2022, setelah pandemi Covid-19. Saat itu ada tim hoki es yang akan memulai latihan dan ia diajak mencoba.
Sejak momen itu, kecintaannya pada hoki es tidak pernah pudar. Ibunda Faithicia, Ruth, menyatakan keluarga hanya bisa mendukung minat anaknya.
“Kebetulan anaknya sangat suka. Jadi kami, orang tua hanya bisa mendukung saja tentunya,” kata Ruth.
Target Tembus PWHL
Faithicia menetapkan target menjadi orang Indonesia pertama yang berlaga di Professional Women Ice Hockey League (PWHL), liga wanita profesional tertinggi di dunia. Ia ingin mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.
Sebagai informasi, timnas hoki es putra Indonesia berhasil memboyong medali emas di SEA Games Thailand 2025. Prestasi itu menjadi salah satu penanda berkembangnya cabang hoki es Tanah Air.
Peminat hoki es di Indonesia terus bertambah dalam naungan Federasi Hoki Es Indonesia. Indonesia juga akan memiliki ice rink profesional baru di daerah BSD yang diklaim sebagai arena ice rink terbesar di Asia Tenggara.
“Para pemain dari negara tetangga sudah menunggu dan segera akan ada pertandingan-pertandingan internasional diselenggarakan di Indonesia,” terang Faith.
“Dengan adanya ice rink yang baru kita yakin pembinaan atlet akan semakin bagus dan prestasi cabor hoki es akan semakin cemerlang,” tambahnya.
Dalam pertandingan hoki es, satu tim biasa terdiri dari 15-18 pemain ditambah dua penjaga gawang. Setiap shift menurunkan lima pemain dan satu goal keeper, dan pemain dapat bergantian kapan saja saat merasa lelah. Pertandingan dibagi dalam tiga periode, masing-masing berlangsung 20 menit.
Ikuti aksel.co.id